PILPRES ABAL-ABAL DAN NEGARA AMBRUALDUL - YONI MANA WUU-NEWS

Breaking

YONI MANA WUU-NEWS

HIDUP UNTUK BERJUANG DAN BERJUANG UNTUK HIDUP

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 03 Maret 2019

PILPRES ABAL-ABAL DAN NEGARA AMBRUALDUL



Pemimpin "Boneka Asing" Dalam Kebijakan Menyengsarakan rakyat..

PROLOG:
Hanya Pemimpin yang berkepribadian merdeka sajalah yang dapat  membawa bangsa dan negara mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Bukan pemimpin yang demikian itu dalam kebijakannya hanya akan menyengrasakan rakyat dan menindas rakyat. Pemimpin yang lazim munafik dan tidak bernurani.

Pemimpin yang berjiwa merdeka melangkah dengan nuraninya. Pemimpin yang dapat menjadi teladan, seperti guru (yang dapat di gugu dan di tiru) bagi rakyat ( ing ngarso sung tulodo, ing madyo maungun karso, tut wuri handayani).

Pemimpin yang minimal punya kriteria
-adil dan bijaksana
-merakyat
-membumi
-jujur dan tidak bohong, dan
Berani

Rekrutmen pemimpin yang dipaksakan model demokrasi semu seperti sekarang ini hanyalah akan menghasilkan pemimpin yang semu pula, yang tidak berjiwa merdeka. Pemimpin Pemerintah Indonesia hari ini belum mampun menerjemakan Pancasila Padahal Kita tahu bahwa Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia.

Dimana ketuhanan yang maha esa Itu berada?
Dimana kemanusian yang adil dan beradap itu berada?
Dimana persatuan indonesia itu berada?
Dimana kerakyatan yang pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan itu berada?
Dimana Keadilan sosial bagi seluruh rakyat itu berada?

Bung karno berkata: " kemerdekaan suatu bangsa dan negara setiknya berarti berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan kepribadian di banding kebudayaan" tri sakti kemerdekaan.
Akan tetapi, kalau kita teliti keadaan bangsa dan negara Indonesia saat ini secara jujur dapat dikatakan  belum memenuhi kriteria tri sakti kemerdekaan tersebut. Artinya Indonesia merdeka 100%

Indonesia belum sepenuhnya berdaulat di bidang politik. Indonesian Mengatur APBN, membuat undang-undang, peraturan hukum, dll masih harus konsultasi dan tergantung kekuatan Asing. Apalagi bidang Ekonomi, Indonesia masih Kekuatan Asing. Belum lagi sumber daya Alam (SDA) yang sebagian besar di kuasai Asing Alias Negara Kapitalis begitu pula di bidang kebudayaan, dimana budaya asli Indonesia mulai tergeser oleh budaya asing, dan Indonesia Mulai Meninggalkan nilai-nilai kepribadian bangsa sendiri yang adhi luhung.

EPIGOG:
Potret seperti itu mengisyaratkan bahwa Indonesia sebenarnya masih dalam terjajah. Penjajahan gaya baru, atau penguasaan sesuatu bangsa masa kini dan kedepan dilakukan dengan pendekatan yang dilakukan sebagai "perang modern" bentuk perang modern antara Lain:
Kebudayaan
Ekonomi dan pembiyaan
Teknologi
Sosial
Sejarah
Dll.

Jika hari ini Orang Papua lihat secara jeli sesunggunya Negara Indonesia tidak Mampu Mensejahtrakan orang papua secara Utuh di Semua Lini. Solusi terbaik yang Indonesia harus adalah PENENTUAN NASIB SENDIRI BAGI BANGSA PAPUA. Sebagai bentuk Demokrasi Yang hakiki.

Jujur saya sendiri juga merasakan hidup di negara yang terjajah dari Negara Asing ini, rasa perih dan jenu rasanya. Ingin melihat cakrawala dan dunia dalam kebijakan yang menyayangi rakyat bukan menyengsarahkan Rakyat Jelata.ditas tanah alih waris mereka sendiri.

#GOLPUT_adalah HAK
#BOIKOT_PILPRES

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here