(Foto: Elit Politik Meepago)
Permintaan pemekaran daerah otomon baru (DOB) Provinsi papua tengah, sejatinya adalah kegagalan Intelektual (Bupati-bupati Mepago) dalam bersaing di bidang politik, dengan Elit Politik Wilayah adat lainnya dalam bursa pencalonan gubernur papua pada tahun 2023.
Pejabat mepago takut keluarkan uang untuk bayar suara bahkan dalam membiayai kampanye-kampanye politik. Pejabat (bupati-bupati) mepago tidak punya nyali serta konsep dalam berpolitik di tingkat gubernur papua, jika di bandingkan dengan pejabat Lapago bahkan elit politik di wilayah adat lainya di papua. Elit politik Mepago Kerapkali jadi budak Kebijakan dan kekuasaan, dari para elit politik Lapago dan hal sudah menjadi pesimis dalam bersaing di bidang politik gubernur papua.
Wacana Pemekaran papua tengah yang telah di godok dalam sebuah kesepakatan oleh elit politik (Bupati bupati mepago). Adalah membuktikan bahwa ketidak mampuan dalam persaingan politik gubernur 2023 dengan kader-kader Lukas Enembe yakni bupati-bupati Lapago dan bupati lainya yang ada setiap wilayah adat papua.
Dari Wacana Pemekaran Menujukkan Kedangkalan Pemahaman berpolitik Bupati- bupati Mepago. Adoo saya sebagai generasi mudah mepago yang baru berkembang.
Sungguh serius saya malu jika lihat ketidak mampuan Elit Politik Mepago dalam Bersaing di tingkat gubernur Provinsi Papua pada tahun 2023.
Jika dilihat dari salah satu syarat pemekaran daerah otonomi baru (DOB) sesungguhnya Para elit Mepago telah gagal dalam menyiapkan Sumber daya manusia Mepago, yang siap bersaing dengan orang luar (Non Papua). Ditengah kegagalan dan ketidakmampuan itu mengapa? Para elit politik ini berusaha sekuat tenaga dan dana untuk mendorong agenda politik kolonialisme. Ya tentu saja didorong oleh sebuah kepentingan geopolitik pusat untuk eksploitasi dan eksplorasi sumber daya alam yang terkandung dalam bumi papua demi kepentingan kapitalis Indonesia serta majikan Amerika dan sekutunya .
Monyet Buronan Di Gubuk Derita
Pejabat mepago takut keluarkan uang untuk bayar suara bahkan dalam membiayai kampanye-kampanye politik. Pejabat (bupati-bupati) mepago tidak punya nyali serta konsep dalam berpolitik di tingkat gubernur papua, jika di bandingkan dengan pejabat Lapago bahkan elit politik di wilayah adat lainya di papua. Elit politik Mepago Kerapkali jadi budak Kebijakan dan kekuasaan, dari para elit politik Lapago dan hal sudah menjadi pesimis dalam bersaing di bidang politik gubernur papua.
Wacana Pemekaran papua tengah yang telah di godok dalam sebuah kesepakatan oleh elit politik (Bupati bupati mepago). Adalah membuktikan bahwa ketidak mampuan dalam persaingan politik gubernur 2023 dengan kader-kader Lukas Enembe yakni bupati-bupati Lapago dan bupati lainya yang ada setiap wilayah adat papua.
Dari Wacana Pemekaran Menujukkan Kedangkalan Pemahaman berpolitik Bupati- bupati Mepago. Adoo saya sebagai generasi mudah mepago yang baru berkembang.
Sungguh serius saya malu jika lihat ketidak mampuan Elit Politik Mepago dalam Bersaing di tingkat gubernur Provinsi Papua pada tahun 2023.
Jika dilihat dari salah satu syarat pemekaran daerah otonomi baru (DOB) sesungguhnya Para elit Mepago telah gagal dalam menyiapkan Sumber daya manusia Mepago, yang siap bersaing dengan orang luar (Non Papua). Ditengah kegagalan dan ketidakmampuan itu mengapa? Para elit politik ini berusaha sekuat tenaga dan dana untuk mendorong agenda politik kolonialisme. Ya tentu saja didorong oleh sebuah kepentingan geopolitik pusat untuk eksploitasi dan eksplorasi sumber daya alam yang terkandung dalam bumi papua demi kepentingan kapitalis Indonesia serta majikan Amerika dan sekutunya .
Monyet Buronan Di Gubuk Derita


Tidak ada komentar:
Posting Komentar