Oleh: Ketua I KNPB, Warpo Wetipo
Data pemerintah jumlah penderita korona saat ini tidak banyak, tetapi virus ini menyebar cepat dan menjadi ketakutan besar bagi banyak orang. Banyak kegiatan dihentikan, pelayanan publik ditunda dan atau dikerjakan secara online.
Dampak yang lebih buruk dari virus ini, pertama serang manusia - terserang penyakit, kematian, dan teror masal-. kedua krisis ekonomi. Krisis ekonomi global saat ini dan Indonesia. Khusus Indonesia mungkin akan lebih parah dari krisis ekonomi 98 karena indikatornya sebagai berikut:
1). Kurs rupiah dari 14.000 menjadi 15.049/
dolar dalam waktu empat hari.
Diprediksi pelemahan ini akan sampai
pada. level16.000/dolar bila korona tidak
diatasi cepat.
2). IHSG kolap menjadi 4.690 dan diprediksi
akan terus jatuh.
3). Utang luar negeri tembus Rp6.115 T
pada akhir Januari 2020. Nilai itu
dihitung kurs 14.200/dolar, kini 15.000 maka
nilai utang bertambah.
4). Nilai Export turun karena Migras, Batu Bara,
dan Kelapa sawit jatuh harga jual. Ini akan
berdampak pada Devisa negara.
5). Impor juga sudah turun karena harga
meningkat.
6). Cadangan devisa negara akan berkurang
karena digunakan untuk tutup utang, tahan
layu penurunan IHSG dan kurs rupiah,
keluarkan atasi virus korona, anggarkan
dana bantuan sosial, bayar pajak bagi
karyawan perusahaan selama 6 bulan, dll.
7). PHK sudah mulai di mana-mana - Indosat,
Ice Gream, dll.
8). Harga barang sudah mulai naik dan dampak
pada inflasi.
9). Sektor pariwisata akan kolap - perhotelan,
restoran, tempat hiburan, tempat peramaian,
objek-objek wisata, dll.
10). Sektor perhubungan akan kolap,
penerbangan, angkutan hubungan darat dan
laut, pelabuhan, bandara, agen perjalanan,
dll.
11). Pusat belanja dan perdagangan sepi khusus
usaha-usaha bahan sekunder atau lux
seperti kosmetik, elekronik, dll.
12). Pelayanan publik lumpuh dan berdampak
pd pendapatan sektor-sektor usaha
di sekitar - sekolah, perkantoran, bandara,
pelabuhan.,
13. Peliburan karyawan perusahaan dan buruh
dampak pada pendapatan kapital
dan pajak.
14). Pemda di daerah desinasti wisata dilarang
tarik pajak maka dampak pada APBD.
15). Perang terbuka antara Militer Papua TPNPB-OPM dan Militer Indonesia TNI/POLRI di Tembagapura. Misi militer Papua tutup operasi Freeport, sedangkan misi militer Indonesia amankan operasi Freeport. Bila perang ini meluas pada saat krisis ekonomi Indonesia, maka pemerintah Indonesia tidak mampu keluarkan anggaran untuk operasi militer ini. Maka secara otomatis operasi militer Indonesia berhenti, maka militer Papua berhasil tutup Freeport, ini akan mempengaruhi kehilangan APBN Indonesia, dan banyak sektor ekonomi dan Politik di Indonesia. Termasuk Amerika dan 27 negara lain mempunyai saham di Freeport.
16). Likuidasi Bank. Bila Ekonomi kolap dan krisis ekonomi lebih dalam, rakyat secara ramai-ramai jual saham dan tarik uang mereka dari bank-bank untuk membeli kebutuhan pokoh dan simpan sendiri di rumah-rumah mereka, maka yang akan terjadi adalah likuidasi bank-bank atau penutupan bank-bank.
Bila indikator-indikator ini jatuh lebih dalam dan kolap ekonomi Indonesia, maka tahap berikut adalah krisis sosial dan politik. Krisisi sosial ialah kematian manusia karena virus dan kelaparan negara-bangsa akibat krisis ekonomi.
Bila rakyat sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar maka tingkat kriminalitas dan kerusuhan muncul di mana-mana. Krisis sosial ini ditindak secara represif oleh aparatur negara - tni-polri- atas nama negara dan undang-undang. Tetapi, bila tekanan virus, ekonomi dan represif aparatus negara sangat besar maka menimbulkan krisis kepercayaan terhadap pemerintah dan negara, akibatnya Indonesia akan pecah dan bubar. Tiap daerah akan mendirikan negara sendiri dan merdeka secara politik dan berdaulat.
Hal macam ini bisa saja terjadi bila pemerintah tidak mampu atasi krisis korona dan krisis ekonomi saat ini. Karena Indonesia sendiri tidak terbuka penyebaran virus dan para penderitanya, apalagi tidak diisolasi daerah-daerah yang terkenal virus ini.
Jika daerah-daerah yang kena dampak virus itu tidak diisolasi maka penyebaran virus sangat cepat dan meluas. Sebaliknya, daerah-daerah yang kena dampak virus itu di isolasi maka ekonomi akan kolap dan krisis ekonomi luar biasa. Maka maju kena, mundur pun kena. Tajam depan belakang. Ko hebat Korona.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar