Oleh: Richo Kobogau
Jumlah utang luar negeri Indonesia di erah Presiden Jokowi, cukup melambung tinggi di banding tahun-tahun sebelumnya. Jokowi melanjutkan tongkat stafet presiden-presiden sebelumnya.
Alasanya, untuk membiayai infrastuktur yang cukup masif belakangan ini yang disebut dengan tol laut, tol darat, dan tol udara, yang sering bangga dan puji-puji oleh sebagian orang Papua.
Jika bicara peminjaman uang, maka tidak hanya kembalikan utang, tapi pasti ada bunga yang harus dibayar sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Jika waktu pembayaran utang belum bayar maka, jumlah bunga semakin bertambah, menjadi lebih dari jumlah utangnya.
Utang dalam tahun 2018- 2019 berikut adalah hanya sebagian gambaran sebagian dari utang luar negeri Indonesia:
Jumlah bungga yg harus di dibayar tahun 2018, Rp. 249 Triliun. Sementara, jumlah utangnya: Rp.254 triliun. Bunga di tahun 2019 naik sekitar: Rp. 270 Triliun. Sementara, jumlah utangnya Rp. 347 triliun.
Laporan Bank Indonesia, bahwa utang luar negeri pada tahun 2019, kuartel ke dua mencapai Rp.5.602 Triliun (Naik 10,1%) jika dibandingkan kuartel kedua tahun sebelumnya dan diperkirakan akan naik pada Tahun 2020.
Walaupun jumlahnya terdengar sangat banyak, namun indonesia merasa kalah lebih jau sedikit dr lima negara dengan utang luar negerinya mencapai 414 kuadriliun. Namun faktanya, utang luar negeri tidak perna lunas dari kepempinan satu Presiden ke Presiden.
Lima negara itu sesuai urutan jumlah utang adalah:
Urutan lima, Belanda: US $ 4 triliun (Rp.57 Kuadriliun).
Keempat, Jerman: US $ 5,3 triliun (Rp.75 kuadriliun).
Ketiga, Prancis: US $ 5,36 Triliun (Rp.76 kuadriliun).
Kedua, Ingris: US $ 8,1 triliun (RP.115 kuadriliun). Dan urutan Pertama, Amerika: US $ 17,9 triliun (Rp.255 kua driliun).
Pertanyaanya, negara-negara maju ini meminjam uang kepada siap? Berarti ada yang lebih berkuasa dari negara.
Indonesia gadaikan kekayaan alam di Papua kepada pemilik uang (kapitalis-iperialis) sekelompok kecil orang yang menjarah dan menguasai negara dan rakyat di dunia.
Melalui partai (mesin politik )mereka masuk menguasi dan mengatur sistem pemerintahan, mengatur undang-undang dan kendallikan negara.
Lalu atas namakan negara, mereka didukung oleh uang, itelijen, diplomasi, militer, teknologi dan sebagainya.
Kolonial indonesia masuk ke Papua dengan dukungan kapitalis lakukan berbagai strategi dan taktik mengambil alih wilayah Papua Barat dari Pemerintah Belanda. Kapitalis gunakan kolonial indonesia dijadikan perpanjanga tangan (boneka) untuk merampas kekayaan alam Papua.
Kepentingan kapitalis itu, indonesia meminjam uang di Bank Dunia, Bank Central Eropa, Bank Asia, dan lembaga keuangan lain yang merupakan milik para kapitalis itu sendiri.
kemudian uang pinjqman itu diberikan kepada orang Papua dalam bentuk uang Otonomi Khusus; pinjam uang untuk bangun insprastruktur, supaya ekploitasi kekayaan alam Papua dengan cepat; mekarkan kabupaten/kota walaupun tidak memenuhi syarat, supaya mempermuda dan percepat masuknya investasi.
Kepentingan kapitalis itu pulah, hak politik rakyat Papua di rampas, dibunuh, diperkosa, ditangkap, disiksa, dipenjarah dan dibungkam.
Oleh sebab itu, Freeport adalah aktor dan musuh Pokok/utama rakyat Papua Barat. Dia adalah pintu masuknya kapitalisme di Papua. Freeport adalah pintu masuknya Kolonial dan militer indonesia di Papua.
BERSATU UNTUK PEMBEBASAN NASIONAL PAPUA BARAT!
GARDA-P
(Baguma)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar